Showing posts with label PENGENALAN DASAR. Show all posts
Showing posts with label PENGENALAN DASAR. Show all posts

Sunday, July 31, 2011

Tips CorelDraw : Pengaturan Penting Sebelum Mendesain dengan Corel

Tutorial Tips Pengaturan CorelIlmu Grafis Tutorial Tips CorelDraw : Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel dibuat agar software desain grafis ini optimal saat kita membuat desain. Optimal yang dimaksud adalah sesuai dengan kebutuhan ketika kita mulai bekerja menggunakan CorelDraw. Tidak peduli CorelDraw versi berapapun.




Pengaturan ini penting karena sangat berguna dalam setiap proses desain yang kita lakukan dengan Corel. Pengaturan ini sebenarnya sudah selayaknya dilakuakan. Kita bisa narasikan seperti layaknya sepeda motor yang dimodifikasi sesuai keinginan yang punya agar fungsi, guna dan kondisi motor tersebut sesuai dengan keinginan. Tentu saja kegunaannya juga multi dan banyak fungsi, namun kami akan mencoba untuk menjelaskan kegunaan pengaturan ini.
1. Anda tidak pelu mengubah preferensi dan segala pengaturan yang akan dilakukan.
2. Anda tidak lagi mengatur lembar kerja baru yang akan memperlambat lama proses desain yang Anda lakukan.
3. Anda tidak lagi mengatur pallete apa saja yang akan Anda pakai.
4.Anda tidak pelu lagi mengatur derajat perputaran.
5. File desain Anda akan terselamatkan ketika Corel corrupt/hang.
6. dan lain sebagainya.

Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel

Tips Corel 1 :
Mengatur Options

Untuk mengatur options Anda bisa klik pada Menu Tool+ Optios (CTRL+J). Tanda kurung pada sebuah tool atau menu adalah penanda shortcut atau jalan pintas untuk mengaksesnya. Anda bisa lihat ada beberapa tool yang diakhiri dengan huruf atau tombol keyboard yang dimasukkan dalam tanda kurung.
Mengatur Undo Level
Atur workspace general pada undo levels sebanyak Anda mau, sesuaikan dengan kemampuan hardware yang Anda miliki. Undo level ini digunakan untuk mengembalikan proses editing dan desain yang dilakukan, biasanya dipakai jika ada kesalahan proses desain.
Mengatur Rendering Resolution
Atur rendering resolution menjadi 300 atau lebih untuk mendapatkan tampilan yang baik.
Mengatur On CorelDraw Start-up
Jika Anda sering membuat project saya lebih menyarankan untuk mengaktifkan welcome screen. Namun jika selalu buat dokumen baru Anda bisa memilih Start a New Dowcumen.
Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Display dan Edit
Mengatur Display
Aktifkan node tracking. Node Tracking akan berguna ketika Anda mengedit shape dengan pengolahan node, maksudnya secara otomatis mencari lokasi node.
Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit
Ubah Constrain Angle menjadi 5 derajat. Hal ini dikarenakan ketika proses editing desain sering kali menggunakan rotasi, pemindahan objek dan lain sebagainya dengan perkalian 5 derajat.
Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit Drawing Precision
Drawing precision ini akan bekerja dengan baik jika objek desain yang Anda buat membutuhkan presisi tinggi. Desimal 3 dirasa cukup jika tingkat presisi normal.
Mengatur Edit Show Curve Direction When editing.
Jangan sampai mode ini tidak dicentang, bahaya…! he he he.
Mengatur Edit Show Auto center new PowerClip contents.
Anda bisa mengaktifkan atau juga tidak mengaktifkan opsi ini. Terkadang untuk memasukkan bitmap ke dalam powerclip kita membuat path sebagai powerclip, maka opsi ini tidak perlu dicentang. Namun jika tidak ada path yang rumit sebagai powerclip, shape misalnya, maka aktifkan opsi ini.
Mengatur Options Workspace Snap To Objects dan Save
Mengatur Snap to Object
Tutorial Tips Pengaturan CorelPastikan semua tercentang dan pada snapping threshold menjadi High agar sensitifitas snap lebih baik. Jika objek yang Anda buat biasanya objek rumit sebaiknya menggunakan Medium atau Low.
Mengatur Save Auto Backup
Tutorial Tips Pengaturan CorelBuat auto Backup secepat mungkin jika Komputer sering mati karena listrik yang sering pemadaman atau offline konslet dan sebagainya. Ganti menjadi atara satu samapi lima menit sekali. Jika kapasitas hardisk pada system ( biasanya Local Drive C: ) sudah sedikit, sebaiknya ubah ke drive lain. Juga centang make backup on save agar kondisi saat save (simpan) tetap terjaga.
Tips Corel 3 : Mengatur Options Workspace Memory
Mengatur Memory
Tutorial Tips Pengaturan CorelPada swap disk saya sarankan untuk menggunakan partisi hardisk yang jarang sekali dipakai dengan kapasitas minimal 35 % kosong (partisi hardisk 25giga), Swap memory ini digunakan sebagai memory dummy jika memory komputer tidak mencukupi kinerja yang dibutuhkan oleh proses editing. Swap memery biasanya dipakai untuk mengumpulakan data proses desain waktu itu saja, jadi jika sudah selesai akan dihapus secara otomatis.
Untuk memory usage gunakan 50 % agarp roses desain yang besar dan berat bisa dilakukan, contoh font aktif diatas 350 file atau proses trace bitmap dengan kompleksitas tinggi.
Untuk pengaturan ini sebenarnya sudah cukup, namun jika Anda lebih menginginkan personalitas tinggi Anda bisa mengubah pada pengaturan options lainnya.

Tips Corel 2 :
Mengatur Workspace, Tool dan Pallete

Pengaturan ini dibuat agar semua akses yang biasa Anda lakukan dan butuhkan dalam proses desain tersedia pada lembar kerja lama dan baru. Ada beberapa hal yang perlu diatur pada tips ini, diantaranya :
Aktifkan pallete warna yang paling sering dipakai, saya menggunakan dua pallete warna utama dalam mendesain yaitu pallete CMYK dan RGB. Caranya klik pada Menu Windows > Color Palletes kemudian pilih CMYK dan RGB. Jika diperlukan, Anda juga bisa menyimpan warna-warna favorit ke dalam pallete warna dengan cara mengakses select color, uniform fill tab atau semua pengaturan tool yang berhubungan dengan warna.
Mengatur Hints
Jika Anda seorang pemula yang mau belajar CorelDraw saya menyarankan untuk mengaktifkan Docker ini. Hints digunakan untuk menunjukkan cara pengeditan dan cara menggunakan tool yang sedang aktif dipakai. Docker ini sangat berguna karena secara live kita akan dipandu untuk menggunakan hampir apa saja yang ada di coreldraw. Sayangnya docker ini ada hanya untuk CorelDraw versi 12 keatas.
Untuk mengaktifkan hints masuk ke Menu Help > Hints.
Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Docker Penting
Docker menyediakan kontrol yang sama seperti layaknya dialog box. Bedanya dialog box hanya bisa diakses ketika sebuah tool tertentu aktif dan akan hilang ketika perintah editing dijalankan. Docker akan selalu terlihat pada tampilan workspace dan lebih lengkap akses perintahnya. Biasanya akan aktif pada workspace (lembar kerja) di sebelah kanan. Docker penting adalah object manajer dan Insert Symbol Character.
Object manajer digunakan untuk mengatur semua objek yang ada pada lembar kerja Anda. Jika Anda juga seorang pengguna Photoshop atau Illustrator Anda akan mengerti lebih cepat fungsi objek manager ini. Seperti layaknya Photoshop atau Illustrator, pada objek manager ini Anda akan melihat layer. Sebenarnya memang kinerja objek pada Coreldraw dan kedua software dari adobe tersebut hampir sama, yaitu adanya layer.
Tutorial Tips Pengaturan CorelSelain layer, objek manager akan menampilkan grid, printable, editable dan fungsi lain yang bisa dilakukan untuk sebuah objek. Objek manager ini diperlukan ketika kita akan membuat template objek. Contohnya disetiap pages harus ada objek tertentu, maka kita akan mengolah master pages.
Insert Symbol Character biasa digunakan untuk memasukkan objek shape atau misc objek yang ada pada sebuah font. Contohnya shape rumah, building (bangunan), ornament dan sebagainya. Biasanya objek ini ada pada font display atau misc ornament font. Secara default Anda bisa lihat pada font webding dan wingding. Untuk mengakses docker ini Anda bisa klik pada Menu Text > Insert Symbol Character (CTRL+F11)
Tutorial Tips Pengaturan Corel

Tips Corel 3 :
Mengatur Shortcut dan Menyimpan Pengaturan

Tips coreldraw yang ketiga yaitu mengatur shortcut ini dipakai untuk pengguna yang sudah mahir menggunakan coreldraw. Pengguna yang sudah mahir biasanya membuat shortcut baru untuk untuk sebuh perintah pada coreldraw. Demikian juga selalu menggunakan shortcut pada saat proses desain agar dapat menghasilkan desain dengan cepat. Untuk mengakses shortcut baru Anda bisa menuju ke Menu Tool > Customization. Pilih Commands dan klik tab Shortcut Keys.
Tutorial Tips Pengaturan CorelPada tab ini Anda bisa melihat keseluruhan shortcut yang ada, sekaligus bisa menambahkan shortcut dan edit shortcut. Cara menambah atau edit dan hapus masukkan pointer mouse Anda ke New Shortcut Key kemudian ketikkan tombol keyboard sebagai shortcut. Jika pada Currently Assign to ada shortcut aktif tandanya shortcut tersebut digunakan untuk mengakses fungsi lain, hapus pada New Shortcut Key untuk menggantinya. Untuk menghapus shortcut pilih shortcutnya pada Current Shortcut Keys dan tekan tombol Delete.
Menyimpan Pengaturan Default bisa dilakukan dengan car klik Menu Tool > Save settings as default. Cara ini dilakukan untuk menyimpan semua pengaturan yang sebelumnya telah dilakukan dan bila kita membuka corel pada lain waktu, maka pengaturan akan tetap seperti yang telah diubah tadi. Sayangnya pengaturan ini tidak bisa diexport menjadi sebuah file setting.
New, Import dan Export Workspace digunakan agar ketika komputer diinstal ulang kita tidak perlu lagi mengatur ulang dari awal. Untuk menyimpan workspace baru Anda bisa mengakses Menu Tool > OPtions (CTRL+J) kemudian klik pada workspace. Akses tombol New, pada Base New Workspace On ganti menjadi default workspace. Jangan lupa beri nama dan deskripsi, akhiri dengan klik tombol OK. Pilih export workpace untuk menyimpan pengaturan ke dalam sebuah file dengan cara memilih workspace yang sudah diatur kemudian klik tombol export, centang semua check button dan klik save.
Dowload Tips Pengaturan Corel

Memulai CorelDraw

download ebook coreldraw
corel
Ilmu Grafis Tutorial Memulai CorelDraw untuk pemula berisi pengenalan dan panduan dasar dalam belajar komputer desain. Sebelum kita memulain tutorial CorelDraw akan lebih baik jika kita mengetahui apa saja yang terkandung didalamnya. Coreldraw adalah pengolah Vektor berupa garis dan bidang yang diolah berdasarkan pengaturan-pengaturan angka-angka vektor.

Pada pengenalan ini kita akan mempelajari lebar kerja atau tampilan CorelDraw. Disini saya menggunakan CorelDraw Graphic Suite X4 yang pada dasarnya hampir sama dengan coreldraw pendahulunya yaitu X3, CorelDraw 10, 11, dan 12. Kemiripan ini dikarenakan agar parapengguna CorelDraw tidak cenggung untuk menghadapi perubahan pada setiap versi. Untuk langkah cepat kita akan memulai dari awal apa saja yang ada di dalam Coreldraw.
Memulai Coreldraw
1. Klik tombol Start > Program > Corel Graphic Suite X4 > Corel Draw
tutorial memulai coreldraw

Interface / Tampilan Coreldraw
lembar kerja coreldraw
Peralatan untuk mendesain di CorelDraw semua terdapat pada tool box (lihat interface pada point 6). Ada beberapa tool yang mempunyai tombol flyout (panah kanan bawah) yang berisi beberapa tool lainnya. Flyout selengkapnya ada pada gambar berikut:
tutorial ilmu grafis coreldraw
tutorial toolbox coreldraw
Penjelasan
  1. Pick tool : Mengaktifkan obyek dan untuk melakukan editing dasar dari obyek. Misalnya scaling, rotating, skewing, resizing
Shape Tools
  1. Shape Tool : Melakukan proses editing node pada shape( komponen garis dari obyek).
  2. Smudge Tool : Menggosok obyek sehingga merubah bentuk obyek yang digosok tersebut.
  3. Roughen Tool : Memberikan efek distorsi pada obyek.
  4. Transform Tool : Merotasi, membesarkan, mengecilkan, skewing image secara bebas.
Crop Tools
  1. Crop Tool : Digunakan untuk menghapus objek diluar seleksi.
  2. Knife Tool : Pisau yang berfungsi untuk memotong obyek. Cara kerjanya persis seperti menggunakan pisau biasa.
  3. Eraser Tool : Menghapus bagian tertentu dari obyek.
  4. Virtual Segment delete tool : Menghapus segmen secara virtual
Zoom Tools
  1. Zoom Tool : Membesarkan atau mengecilkan tampilan area kerja di monitor.
  2. Hand Tool : Menggeser area kerja ke posisi tertentu.
Curve Tools
  1. Freehand Tool : Membuat obyek berupa garis bebas.
  2. Bezier Tool : Membuat obyek garis dengan menentukan banyaknya node.
  3. Artistic Media Tool : Membuat obyek garis dengan berbagai bentuk yang artistik.
  4. Pen Tool : Membuat obyek kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung secara langsung.
  5. Polyline Tool : Membuat obyek kombinasi garis lurus dan freehand secara langsung.
  6. 3-Point Tool : Membuat obyek garis dengan kurva 3 point.
  7. Connector Tool : Membuat obyek garis konektor secara interaktif
  8. Dimension Tool : Membuat obyek garis ukuran pada suatu obyek yang kita buat.
Smart Tools
  1. Smart Fill : Untuk mewarna objek dan garis secara bersamaan sesuai dengan pengaturan.
  2. Smart Drawing : Membuat obyek garis secara bebas seperti freehand tool, namun dengan hasil yang lebih bagus.
Rectangle Tools
  1. Rectangle Tool : Membuat obyek persegi panjang atau bujur sangkar.
  2. 3-Point Rectangle Tool : Membuat obyek persegi panjang atau bujur sangkar dengan kemiringan tertentu.
Ellipse Tools
  1. Ellipse Tool : Membuat obyek lingkaran atau elips.
  2. 3-Point Ellipse Tool : Membuat obyek lingkaran atau elips dengan kemiringan tertentu.
coreldraw tutorialsPenjelasan
Object Tools
  1. Polygon Tool : Membuat obyek segi banyak.
  2. Star Tool : Membuat obyek-obyek bintang.
  3. Complex Star Tool : Membuat obyek-obyek bintang sudut banyak.
  4. Graph Paper : Membuat obyek menyerupai tabel.
  5. Spiral Tool : Membuat obyek spiral.
  6. Text Tool : Membuat obyek teks.
  7. Table Tool : Membuat tabel.
Perfect Shape Tools
  1. Basic Shapes Tool : Membuat obyek-obyek dasar.
  2. Arrow Shapes Tool : Membuat obyek-obyek anak panah.
  3. Flowchart Shapes Tool : Membuat obyek-obyek flowchart.
  4. Banner Shapes Tool : Membuat objek-objek banner.
  5. Callout Shapes Tool : Membuat obyek-obyek callout (objek isi teks pada komik).
Eyedropper Tools
  1. Eyedropper tool : Mengambil sampel warna dari suatu obyek.
  2. Paintbucket tool : Memberikan warna tertentu pada suatu obyek.
Interactive Tools
  1. Blend tool : Memberikan efek transformasi dari satu obyek ke obyek lain.
  2. Contour tool : Memberikan efek kontur pada obyek.
  3. Distort tool : Memberikan efek distorsi pada obyek.
  4. Drop shadow tool : Memberikan efek bayangan pada obyek.
  5. Envelope tool : Memberikan efek perubahan bentuk pada obyek.
  6. Extrude tool : Memberikan efek tiga dimensi pada obyek.
  7. Transparency tool : Memberikan efek transparansi warna pada obyek.
Interactive Fiil Tools
  1. Fill tool : Mewarna objek dengan macam-macam metode.
  2. Mesh fiil tool : Mewarna bidang pada objek.
Outline Tools
  1. Outline color dialog : Memunculkan color outline tool.
  2. No outline : Menghilangkan outline.
  3. Hairline outline : Memberikan outlinedengan ukuran sangat kecil.
  4. ½ point outline : Memberikan ukuran outline½ poin.
  5. 1 point outline : Memberikan ukuran outline1 poin.
  6. 2 point outline : Memberikan ukuran outline2 poin.
  7. 8 point outline : Memberikan ukuran outline8 poin.
  8. 16 point outline : Memberikan ukuran outline16 poin.
  9. 24 point outline : Memberikan ukuran outline24 poin.
  10. Color docker window : Memunculkan color docker windowuntuk outline.
  11. Fill color dialog : Memunculkan kotak dialog warna isi.
  12. Fountine fill dialog : Memunculkan kotak dialog warna gradasi
  13. Pattern fill dialog : Memunculkan kotak dialog pola.
  14. Texture fill dialog : Memunculkan kotak dialog tekstur.
  15. Postscript fill dialog : Memunculkan kotak dialog postscript.
  16. No fill : Menghilangkan warna isi.
  17. Color docker dialog : Memunculkan color docker window untuk warna isi.
Property Bar
Property bar adalah fasilitas yang disediakan untuk memunculkan fungsi-fungsi yang sering digunakan ketika aktif pada salah satu alat gambar pada tool box. Isi dari property bar akan menyesuaikan dengan salah satu alat yang sedang aktif pada tool box. Pengaturan halaman bisa dilakukan melalui Property Bar pada saat Pick Tool dan berikut ini adalah salah satu fungsi yang muncul pada property bar ketika mengaktifkan text tool:
property bar pada coreldraw
Pengaturan sebelum mendesain
Sebelum kita mulai mendesain, sebaiknya kita atur dulu halaman yang akan kita gunakan. Pengaturan halaman tersebut meliputi pemilihan jenis kertas, ukuran kertas, orientasi kertas, satuan ukuran yang akan digunakan dan lain-lain. Klik Menu Tool > Options maka akan muncul window seperti berikut:
pengaturan opsi coreldraw

Thursday, July 21, 2011

Permasalahan Pencetakan / Dalam Mencetak

Artikel ini menjelaskan sedikit permasalahan yang kita alami dalam pencetakan atau print file pada Corel DRAW , mungkin artikel berikut ini bisa menjadi sedikit referensi untuk memaksimalkan hasil print dari CorelDRAW, semoga bermanfaat.

Jika menggunakan effect Drop Shadow pada corelDRAW Drop Shadow atau object dengan transparansi, mungkin akan ditemukan problem dalam hal pencetakan dengan printer komposit (laser printer, inkjet dan sebagainya) meskipun semuanya terlihat baik di monitor, akan tetapi masih saja tidak dapat menghasilkan cetakan yg tepat.
tutorial coreldraw

Mengapa hal ini dapat terjadi ... ;-(

Cara CorelDRAW memperlakukan transparansi

Di dalam mereproduksi sebuah object yang transparan, CorelDRAW akan membuat gambar bitmap dari object aslinya yang diberi effect Drop Shadow, seperti pada gambar dibawah ini
tutorial coreldraw
Sehingga hasil yg didapatkan adalah bahwa Drop Shadow Bitmap akan mempunyai batas pada vektor object.

Color Space Mapping
Pada saat melihat Drop Shadow pada Corel DRAW akan terlihat sempurna apabila dilihat pada monitor, akan tetapi bila dicetak akan menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan pada monitor. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita coba membahasnya di bawah ini

Perbedaan alat Output atau Output Device untuk menampilkan reproduksi warna adalah jawaban yang tepat. Monitor mempunyai tiga unsur warna fosfor yang mempunyai tiga warna, yaitu red, green dan blue sering disebut RGB. Sedangkan pada peralatan cetak atau printing device mempunyai teknologi yang berbeda, yaitu mempunyai substraksi warna tinta Cyan, Magenta, Yellow dan Black yang sering disebut CMYK. Karena mempunyai teknik yang betul-betul berlainan dalam mereproduksi warna maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa kedua teknik tersebut akan mempunyai cara pandang yang berlainan di dalam mereproduksi suatu warna alam yang ditangkap oleh mata manusia. Pada monitor RGB yang modern mempunyai jangkauan warna yang sangat beragam daripada teknologi printer CMYK, hal inilah yang sering menjadi masalah sangat serius didalam problem pencetakan. Designer harus selalu memakai cara pandang CMYK didalam melakukan kombinasi warnanya, bukan dengan standard RGB yang selalu dilihat dalam layar monitor

Terdapat dua cara untuk menterjemahkan permasalahan warna satu dengan warna yang lain :
1. Gantilah warna yang dekat dengan Output Device daripada yang terlihat pada layar monitor.
2. Berilah skala warna pada object asli untuk menentukan range warna Outputnya. Akan tetapi perbedaan secara relatif pada warna akan selalu ada.
tutorial coreldraw
3. Dua transfer warna secara algoritma dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini :
Pada gambar tersebut: S – warna sumber asli, D – warna tujuan, B – range warna yang dapat ditampilkan output device, E – warna output device yang di skalakan dengan warna sumbernya

Saat menggunakan metode 1 (grafik kiri), warna pada daerah B dapat tercetak tanpa ada perubahan. Sedangkan range A dan C dapat diwakili dengan range warna yang mendekati dengan range B. sedangkan apabila menggunakan metode 2 (grafik kanan), semua warna yang ditampilkan akan mempunyai hasil yang khas walaupun tidak sesuai dengan warna aslinya

Metode 1 adalah metode yang paling tepat apabila menggunakan ilustrasi-ilustrasi berbasis vektor yang tidak menurut range warna yang sangat bervariasi. Pada gambar fotografi distorsi warna akan terjadi

Saat CorelDRAW mencetak documment tersebut pada printer komposit, akan menerapkan alogaritma yang kita bahas diatas. Secara defaultnya metode 1 diterapkan pada gambar dengan basis vektor, sedangkan metode 2 banyak digunakan untuk gambar-gambar bitmap

Untuk menanggulangi bencana diatas, dapat diikuti petunjuk dibawah ini :

Convertkan object ke bitmap, dari sini dapat dibuat Drop Shadow lebih bagus, atau cetaklah pada object yang berlainan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah, jangan menggabungkan vektor dengan bitmap pada kotak warna yang sama.

Dalam CorelDRAW, aturlah pada menu Tools, pilih Option, Global, Color Management, General dan dapat dilihat pada menu Drop Down dengan nama “Mapping Mode” (“Rendering Intent”). Dan atur pada “Illustration” atau “Pjotographic” (“Saturation” dan “Perceptual”), pastikan jangan memilih “Automatic”.

Pada driver printer, sebagai contoh Canon iP1800 Series gunakan automatic color secara defaultnya pastikan mengatur pada dua metode dari pada type digunakan yang otomatis. Metode 1 sering disebut “Vivid Colors” dan metode 2 disebut “Match Colors On Screen”.

Pentingnya Fungsi Ruler dan Guide Lines

Tutorial Coreldraw kali ini akan membahas tentang pentingnya fungsi ruler (penggaris) dan Guide Lines. Kok bisa? ya karena ketepatan dalam mendesain suatu layout sangat penting (terutama bagi yang bergerak di bidang setting) dan hal ini ditentukan oleh sama tidaknya panjang disain di corel (maya) dengan hasil sebenarnya (nyata). Misal kita ingin mendesain kartu nama maka ukuran kartu nama yang kita buat misalnya 9cm x 5,25 cm maka kita juga harus membuat ukuran layout yang sama di coreldraw. Dan untuk itulah fitur ruler ini diperlukan. ok mari kita belajar corel lebih jauh

Desainer butuh penggaris? Tentu saja
tutorial coreldraw
Karena untuk urusan main layout dan setting ketepatan posisi dan ukuran sangatlah penting. Berikut desktripsi singkat dari Ruler dan Guide Lines:
Ruler adalah bantuan berfungsi fungsi penggaris untuk mengukur suatu obyek secara pasti dan tepat dengan presisi tinggi, ruler disediakan dalam posisi vertikal dan horisontal
Guide Lines berfungsi mengatur tata letak obyek dan ukuran-ukurannya pada saat memanipulasi obyek biasanya disimbolkan dalam koordinat x: dan y:

Unit / Satuan Ukuran Pada Coreldraw ada Centimeter, Milimeter, Inchi, dll
ingat saat kita SD (sekolah dasar) guru kita mengajari satuan hitung
Satuan Jarak (Panjang)
1 centimeter (cm) = 100 millimeters (mm) --- paling sering dipakai untuk jasa setting
1 inches (inci) = 2.54 centimeters (inchi biasanya digunakan untuk mengukur panjang secara diagonal)
1 mile = 1760 yard
1 yard = 3 feet = 914.4 millimeters (mm)
1 meter (m)= 100 Centimeters (cm)
1 kilometer (km) = 1000 meter (m)
1 mile = 1.609344 Kilometer (km)

nah ini mungkin kita baru mengenal, tapi tak ada salahnya kalau kita mengetahuinya untuk menambah wawasan siapa tahu dibutuhkan, penulis sendiri pun jarang memakai satuan ini hehehe
Satuan untuk Didot Points
1 Didot point = 0.376065 mm = 1.07007 pica = 0.0148057 inch
1 cicero = 12 didot points

tutorial coreldraw

Nah berikut ini akan saya tambahkan tips supaya kita tahu jarak panjang maupun lebar desain kita,
Langkah - langkahnya:

1. buka Coreldraw
Klik New
nah disitu kita pilih dulu satuannya, gunakan satuan Centimeters saja supaya mudah

2. Klik Rectange Tool (F6)
buat kotak di area kerja
tutorial coreldraw
nah kita sudah mempunyai kotak, panjang dan lebar kotak ini belum beraturan, kita buat saja panjangnya 2 cm x 2 cm

nah sekarang kita sudah mempunyai penggaris / bantuan pengukur, jadi ini gunanya bila suatu saat kita diminta mendesain foto dengan jarak 2 cm antara foto yang satu dengan yang lain maka kita tidak akan lagi kesulitan
tutorial coreldraw
Dengan begini maka melayout / mensetting di Corel DRAW jadi lebih mudah bukan :) hehehe
Terima kasih
Semoga bermanfaat

Export File Corel

Mungkin bagi sebagian besar temen-temen disini sudah mengerti permasalahan men-Export project di Coreldraw yang semula berformat *.cdr (corelDRAW) menjadi *.jpg, *.bmp, *.png, *.tif dan sebagainya, tapi tidak salahkan jika ditulis kembali disini untuk membantu temen-temen yang mungkin belum mengerti atau Newbie sama sekali.

Langkah-langkahnya :

1. Seleksi object yg ingin diexport



2. Klik File pada menu dan pilih Export

Atau langsung saja menggunakan Shortcut Key Export (Ctrl+E)

3. Setelah meng-klik Export maka akan muncul jendela seperti dibawah ini

Pilih tempat untuk menyimpan hasil Export , anda juga bisa melakukan pemilihan file export yang diinginkan , bisa berupa JPEG, TIFF, PSD , dll untuk lebih jelasnya ( Baca juga : Bentuk dan Macam Extension File Images ) kita lalu tekan Export.

4. Setelah menekan Export pada langkah nomor 3, akan muncul lagi jendela dibawah ini

Sesuaikan Size gambar sesuai kehendak dengan mengubah persenanya saja (%), untuk resolusi juga tergantung dengan kehendak kita, jika ingin hasil bagus maka Resolution bisa diperbesar tapi biasanya Size akan menjadi lebih besar, mengenai bagan Color kita bisa menggunakan RGB ataupun CMYK, setelah selesai dengan semua urusan diatas lalu klik tombol OK.

5. Lagi-lagi akan keluar jendela baru seperti dibawah ini
export file
kita bisa mengkompres ukuran gambar dengan Compression sesuai keinginan, tekan Preview untuk mengetahui Size dari hasil peng-export-an, lalu klik lagi tombol OK dan cek hasil di dalam folder tempat kita menyimpan hasil export kita tadi.

6. Senyum aja... :D
Selamat mempelajari Tutorial Coreldraw dari ilmugrafis
Semoga bermanfaat gan.... thankyu.....

Penjelasan Shortcut Keys CORELDRAW Lengkap


Shortcut Key pada corel sama halnya pada main windows, fungsinya adalah mempercepat atau mempermudah suatu aktifitas dalam corel, sering juga disebut hot key, sering juga disebut hot key.

Keunggulannya adalah kita tidak perlu klik sana sini untuk beberapa menu, misalkan jika kita ingin meng-groupkan objek, kita tinggal menyeleksi semua objek lalu menekan Ctrl+G di keyboard tidak perlu menklik sub menu corel.
Kelemahannya adalah kita harus menghafalnya, tapi jika sudah terbiasa dengan shortcut-shortcut ini anda akan dapat dengan mudah dan cepat menggunakannya.

Berikut ini adalah daftar Shortcut Keys standard pada corel :
Daftar Shortcut Default Coreldraw Klik disini
Menu Shortcut Keterangan
Align Bottom
B
Aligns selected objects to the bottom
Align Centers Horizontally
E
Horizontally aligns the centers of the selecte Objects
Align Centers Vertically
C
Vertically aligns the centers of the selected objects
Align Left
L
Aligns selected objects to the left
Align Right
R
Aligns selected objects to the right
Align To Baseline
Alt+F12
Aligns text to the baseline
Align Top
T
Aligns selected objects to the top
Artistic Media
I
Draws curves and applies Preset, Brush, Spray, Calligraphic or Pressure Sensitive effects to the strokes
    Daftar Shortcut Default Coreldraw Klik disini

Daftar di atas sedikit banyak sudah saya Customize, dan saya juga akan menerangkan cara meng-customize Shortcut key tersebut Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Pertama Klik menu Tools lalu klik pada Option seperti pada gambar dibawah ini


Atau tekan Ctrl+J pada keyboard.
Setelah itu akan keluar jendela seperti gambar dibawah ini


2. Expand Workspace(klik pada segitiga kecil didepan tulisan Workspace) Seperti yang saya tandai merah nomor satu pada gambar dibawah

Expand Customization seperti yang bertanda merah nomor 2 lalu klik Commands maka jendela tadi akan terlihat seperti gambar dibawah



Expand Workspace(klik pada segitiga kecil didepan tulisan Workspace) Seperti yang saya tandai merah nomor satu pada gambar dibawah Expand Customization seperti yang bertanda merah nomor 2 lalu klik Commands maka jendela tadi akan terlihat seperti gambar dibawah.

Biasanya yang terlihat adalah menu General, klik di Shortcut Keys disebelah kanan General pilih submenu atau menu apa yang akan diberi shortcut setelah itu isi pada kolom New Shortcut Key sesuka hati klik Assign(jika di dalam kolom “Currently assigned  to:” keluar tulisan maka Shortcut yang kita masukan sudah terpakai, jadi mohon untuk diganti) setelah meng-klik tombol Assign tadi maka pada kolom Current Shortcut Keys akan keluar Shortcut yg kita masukan tadi.


Nhah demikian itu agar kita tidak terlalu banyak menggunakan waktu, cepat itu menyenangkan.

Saran saya buatlah Shortcut Keys pada menu-menu yang sering kita pakai saja untuk mempermudah penghafalan shortcut tersebut, dan setelah selesai membuat shortcut dengan langkah seperti diatas ada baiknya kita me-restart corelDRAW kita.

Selamat menikmati kecepatan.... SEE MORE TUTORIAL and INFO about Design GRAFIS at www.ilmugrafis.com

Mudah Bukan, Selamat Mencoba...
Selamat mempelajari Tutorial Coreldraw dari ilmugrafis
Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat...
ILMUGRAFIS

Pengenalan Corel Draw

“ilmu desain adalah ilmu yang tudak akan pernah mati, mulai dari kita lahir sampai mati kita akan membutuhkanya” itulah setidaknya kalimat guruq yg pernah mengajarkan saya desain. dari latar belakang itulah saya ingin mengajak semua generasi tanpa batasan umur untuk belajar bersama-sama. kita mulai dari pengenalan Corel Draw. ok?????
Coreldraw adalah aplikasi design grafis yang digunakan untuk membuat berbagai macam design seperti logo, kartu nama, kalender, poster, stiker dan lain-lain.
Tutorial 1 : Memulai Coreldraw
Langkah-langkah :
1. Klik Start – All programs – Coreldraw 13 – Coreldraw 13

2. Kita memasuki tampilan awal

3. Pilih New Graphic dan kita memasuki jendela kerja Coreldraw

Tutorial 2 : Mengenal Jendela kerja Coreldraw
Dari sekian banyak komponen dalam jendela kerja Coreldraw, saya hanya akan menerangkan beberapa saja yang penting dipahami untuk pemula. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lebih mudah untuk belajar. Komponen yang lain akan bisa dipahami setelah cukup mahir.
Komponen-komponen itu antara lain :

  1. Title bar (A)
    Title bar berisi informasi tentang aplikasi yang sedang aktif dan file yang dikerjakan. Apabila file itu belum pernah disimpan, maka secara otomatis akan diberi nama Graphic1.cdr, Graphic2.cdr dan seterusnya.
  2. Menu bar (B)
    Menu bar berisi perintah mengenai file yang akan atau sedang dikerjakan. Perintah yang dapat dipilih adalah yang berwarna jelas, sedangkan yang berwarna buram (tidak aktif) menunjukkan bahwa perintah tersebut tidak sesuai dengan objek yang sedang dikerjakan. Yang ada di dalam menu bar adalah File, Edit, View, Layout, Arrange, Effects, Bitmaps, Text, Tools, Windows, dan Help.
  3. Standart toolbar (C)
    Standar toolbar berisi perintah-perintah standar. Standar toolbar dimiliki oleh semua aplikasi under windows, seperti membuat file baru, menyimpan, copy, paste dan lain-lain
  4. Toolbox (D)
    Toolbox adalah sekumpulan peralatan yang dapat digunakan untuk membuat dan mengatur gambar, garis dan warna. Untuk lebih mudahnya, sorot dengan mouse maka akan menampilkan namanya.
  5. Printable area (E)
    Printable area adalah area yang bisa kita cetak dalam media kertas
  6. Color palette (F)
    Palet warna berisi jenis-jenis warna yang bisa kita gunakan untuk fill maupun outline objek sesuai dengan default warna yang kita gunakan

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes